https://journal.awatarapublisher.com/index.php/manifesto/issue/feed MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya 2024-09-13T19:32:33+07:00 Admin admin@awatarapublisher.com Open Journal Systems <p><strong>MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya</strong> merupakan platform akademis yang menghidupkan dan mempertajam gagasan-gagasan dalam tiga bidang yang saling terkait: komunikasi, politik, dan budaya. Jurnal ini mendedikasikan dirinya untuk menggali pemikiran kreatif, dinamika politik, serta perbincangan tentang identitas budaya dalam konteks kontemporer. Dengan menghubungkan komunikasi, politik, dan budaya dalam satu wadah, MANIFESTO mengundang para kontributor untuk merumuskan gagasan dan konsep-konsep yang tidak hanya berbicara kepada para ahli, tetapi juga menginspirasi masyarakat umum. Dengan ini, jurnal ini memfasilitasi dialog terbuka dan memajukan gagasan-gagasan yang akan membentuk arah perkembangan komunikasi, politik, dan budaya di masa depan. Jurnal ini dikelola oleh AWATARA Publisher PT. Arora Kreatif Indonesia terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan <strong>Maret</strong>, <strong>Juni</strong>, <strong>September</strong>, dan <strong>Desember</strong>.</p> <table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="125px">Judul jurnal</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">Frekuensi</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>Every 3 month</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">DOI</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>10.61.434/manifesto.vX.iX</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">E-ISSN</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>3025-4655</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">Kepala redaksi</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>---</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">Indeks</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>Google Scholar, Garuda</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">Penerbit</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>AWATARA Publisher</strong></td> </tr> <tr> <td width="125px">Terbit dari</td> <td width="20px">:</td> <td><strong>2023</strong></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> https://journal.awatarapublisher.com/index.php/manifesto/article/view/231 Analisis Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Elektronik Pada Pemerintahan Kabupaten Banyumas 2024-09-13T19:32:33+07:00 Pupu Sriwulan Sumaya pupusumaya25@gmail.com <p><em>E-procurement has benefits for agencies or system developers as well as for all providers of goods/services and the wider community who want to know the implementation process, they can get prices for multiple offers and the process uses simple administration. On the other hand, providers of goods/services can also reduce administrative costs, increase opportunities for companies, encourage healthy competition, and can make business opportunities available to everyone. Apart from that, e-procurement is considered capable of providing easier management, faster buying and selling processes, and reducing transaction costs, good coordination, and also increasing collaboration between providers of goods/services. Information technology can make costs better and the public procurement system more diverse.</em></p> 2024-09-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya https://journal.awatarapublisher.com/index.php/manifesto/article/view/184 Perkembangan Wayang Orang Ngesti Pandowo sebagai Warisan Budaya Takbenda 2024-06-05T20:38:16+07:00 Herlina Putri Khawismaya herlinaputri14@students.unnes.ac.id Mohammad Ridwan Pardiyanto ridwanpardiyanto@students.unnes.ac.id Alfira Apriyanti alfiraapriyanti97@students.unnes.ac.id Arya Permana Wisanggeni awsarya123@students.unnes.ac.id Muhammad Syahril Agil syahrilagil05@students.unnes.ac.id Sellyna Putri Sabila sellynaputrisabila@students.unnes.ac.id Muzakki Bashori muzakkibashori@mail.unnes.ac.id <p>Artikel ini mengkaji upaya pelestarian Wayang Orang Ngesti Pandowo di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi yang menyebabkan berkurangnya minat masyarakat terhadap budaya tradisional. Meskipun telah berdiri sejak 1937 dan mengalami masa kejayaan, Ngesti Pandowo menghadapi penurunan penonton dan kesulitan keuangan, terutama setelah berpindah dari gedung GRIS ke TBRS. Penelitian ini menggunakan metode campuran, melibatkan wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap mahasiswa, menunjukkan bahwa meskipun terdapat persaingan dengan hiburan modern, kesadaran dan kepedulian untuk melestarikan wayang orang tetap tinggi di kalangan generasi muda. Pentingnya pelestarian ini ditegaskan oleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2022. Upaya inovatif, termasuk penggunaan media sosial dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan, diharapkan dapat membantu mempertahankan dan mempromosikan Ngesti Pandowo sebagai bagian integral dari kebudayaan Indonesia.</p> 2024-06-10T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya